Cara Menyuburkan Rambut Bayi Agar Lebat dan Sehat

Saat menyaksikan pertumbuhan si kecil, tentunya ada beberapa hal yang membuat para ibu khawatir. Salah satunya adalah terkait penampilan fisik terutama rambut. Pertumbuhan rambut bayi terkadang cenderung lambat. Bahkan terkadang hingga beberapa bulan rambut bayi tak kunjung tumbuh. Tentu saja hal tersebut membuat ibu-ibu khawatir. Dan untuk membuat rambut bayi tumbuh subur, anda hal-hal yang bisa anda lakukan. Hal inilah yang akan kita bahas kali ini. Cara menyuburkan rambut bayi agar kepala si kecil tidak botak dan rambutnya lebih lebat.

Ada beberapa cara menyuburkan rambut bayi yang bisa dilakukan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dari poin-pon di bawah ini.

  1. Menggunakan minyak zaitun dan madu

Salah satu cara alami menggugurkan kehamilanyang bisa kita gunakan untuk membuat rambut bayi tumbuh subur adalah dendan memanfaatkan minyak zaitun dan madu. Campuran kedua bahan tersebut dapat anda gunakan untuk masker rambut bayi. Diamkan selama kurang lebih 10 menit, lalu bilas hingga bersih.

  1. Shampo bayi

Cara lainnya adalah dengan menggunakan sampo bayi yang mengandung nutrisi untuk menyuburkan rambut. Tapi ingat, pilihlah sampo dengan bahan yang aman untuk bayi.

  1. Lidah buaya

Seperti yang kita tahu, lidah juga memiliki khasiat yang bagus untuk rambut. Tak hanya bisa digunakan oleh orang dewasa, lidah buaya juga bisa anda pakaikan pada rambut bayi. Caranya oleskan daging lidah buaya yang telah dihancurkan pada kulit kepala bayi. Diamkan selama15 menit, lalu keramas hingga bersih.

 

Untuk pemakaian lidah buaya sebaiknya pastikan bahwa bayi anda tidak memiliki alergi terrhadap  tanaman lidah buaya.  Cara tersebut juga dapat dilakukan secara teratur paling tidak seminggu dua sampai tiga kali. Selain cara dari luar, mengkonsumsi makanan yang bagus untuk pertumbuhan rambut juga bisa dilakukan. Cara menyuburkan rambut bayi yang terakhir adalah dengan mengkonsumsi makan yang mengandung protein dan vitamin D seperti kacang-kacangan misalnya. Untuk bayi yang masih minum ASI, maka makanan tersebut bisa dikonsumsi oleh sang ibu.

Others

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*